web stats

Jumat, 27 Desember 2013

Seteduh Pohon Pinus


Ketika layung memintaku pulang

Aku berkata “ Sebentar lagi “

Ketika Cahaya terang ingin sembunyi
Aku menangis .

Saat itu diam ku berdoa berharap sang senja urung menampakan dirinya dan membiarkan mentari menyinariku sebentar lagi .

Pulang lah sayang ,ayahanda dan ibundamu menanti mu di rumah ,serta kakak adik mu berharap kau berkumpul bersama nya .
Aku marah !
Aku Kesal !
Hai apa hak mu menyuruh ku pulang hai burung malam ? Siapa kamu ? Tuhan saja membiarkan aku tersingkirkan . Apa kamu tak tahu apa yang aku rasakan ? Rupa mu saja tak membuatku ingin  menoleh sedikitpun . .

Tiba tiba guntur menggelegar ..
Mencekam cakrawala ..

Menghenyut ulu hati ,,
Jantung serasa di sebelah kiri ..
Gadis baik .. ayoo ikut aku !
Ikutlah berteduh !
Tatkala ibundamu khawatir ,kau bilang saja kau baik baik saja berteduh di pohon itu !
Gadis baik !
Kau harus percaya takdir baik Tuhan !

Guntur ,gelap ,hujan ,senjapun berubah jadi hitam pekat . Aku ?? hei aku bisa bertahan aku tak perlu ocehah ocehan burung malam itu ..

Aku berkata “TIDAK “
Kau saja .. Aku seorang manusia
Aku lebih pintar dari mu hei burung malam !
Tiba tiba .. burung malam meninggalkan ku ..
Aku tak yakin ,Pinus yg dia tunjukan akan kuat melindungiku ..
Qintan ! Aku tak memintamu untuk mengikutiku tapi aku sayang pada keluargamu .
Qintan ! Untuk yang terakhir kali nya hidupmu tak seteduh pohon pinus itu !
Tapi Qintan kau akan menjadi peneduh untuk keluarga mu !
Jika kau celaka karna sangkaan buruk mu pada Tuhan ,apa kau tak kasihan pada Ibumu yg slalu kau cerca  ? Ayah mu yang selalu kau lawan ?
Tuhann .. ampunilah gadis baik itu..