web stats

Selasa, 26 Desember 2017

Masih Tentang Senja

Tambun, 13 Desember 2016 Kala Itu ....


Akhirnya aku ada disini , di antara senja dan tumpukan kenangan bersamamu . Senja yang selalu aku rindukan saat aku masih mengejar beberapa mimpi . Dan setumpuk kenangan yang tak akan usang , kenangan tentang kamu dan ribuan hari yang kita upayakan , lebih tepatnya mungkin aku yang mengupayakan . Ya , aku disini mencoba menyusuri kembali senja , siapa tauk ada rindu tentangmu yang tersisa.
Rindu ? Jika memang iya aku kini sedang merindumu , Iya Kamu partner yang menyenangkan untuk menghabiskan Senja selama bertahun-tahun. Sampai akhirnya , kamu mungkin bosan menikmati semua ini ? Entah .
Aku bahkan tidak pernah tahu , kenapa kamu mulai enggan duduk di sampingku , bercerita tentang tetes gerimis senja, tentang harapan-harapan , tentang cerita yang sedang aku upayakan. Ada apa kamu tiba-tiba bungkam ? Tidak pernah mau memberitahu. Lebih senang membiarkan aku menerka-nerka membuat membuat semua nya justru terlihat samar . Kemari , mendekatlah , dengarkan aku "Saat kamu merasa semua yang aku upayakan tidak baik untukmu , maka pergilah. Tapi jangan buat aku menunggu di tengah senja dan tumpukan kenangan seperti ini. Lelah".


Tidak cukupkah menghabiskan ribuan hari menemaniku, membuatku mengerti , betapa aku begitu menncintai Senja, terlebih kamu .
Atau mungkin kamu tidak terlatih untuk mengerti? Baiklah. Baik . Aku tidak ingin memaksamu untuk mengerti. Bertahun-tahun dengan instensitas di mengerti yang sangat minim lebih dari cukup untuk membuatku paham, mungkin aku di ciptakan untuk mencintai dengan porsi yang lebih banyakdi banding kamu . Dan tentu saja ini bukan salah kamu .
Bukankah semua tentangmu adalah benar ?
 Lagi pula disini aku bukan mencari benar/ salah. Bagian itu sudah tidak penting lagi .
Setidaknya untuk ku ..
Aku hanya ingin duduk lagi disini , bersamamu tanpa harus membicarakan apapun,apalagi membahas semua  "sulit" yang sudah di lewati.
Aku hanya ingin di sampingmu, dengan kepastian , dengan rasa yang dulu, dengan kamu yang ku kenal pelengkap ribuan senjaku.

Utuh...
Atau kamu memang tidak menginginkan itu .?
Lagi - lagi kamu harus ku pahami mungkin kali ini lebih .. Entahlah .


Bekasi, 13 Desember 2017

Akan ku ceritakan akhir dari penantian Senja ini ...

Malam itu , Januari 2017

Kamu memutuskan untuk tak memilihku menemanimu menikmati ribuan senja , menyertai mu dalam setiap sujud sujud mu . Iya . Mataku tak mampu lagi menahan derasnya air mata. Dadaku serasa sesak , mulutku menahan rongga wajah agar terlihat tegar .
Kamu mengadu kepadaku tentang mimpi-mimpi mu , tentang masa depan bersamaku , tapi bukan itu mimpi yang aku mau . Kita sudah tak sejalan .
Lalu Aku mengadu kepada Tuhan , bermunajat agar aku dan di dia di beri jalan yang terbaik .

Ikhlas . Jawaban yang Alloh kirimkan ke padaku.
Aku mencintainya . Tapi aku lebih memilih Tuhan.

Aku percaya bahwa Alloh sedang mempersiapkan seseorang pengganti mu .Takdir baik - Nya akan menemaniku setiap kali aku meminta pada-Nya .


Selamat berbahagia dengan nya yang akan selalu menjaga kamu, menjadi ibu dari anak-anak kamu . Begitupun aku, doakan aku !

Tak akan ku ceritakan padanya bahwa hari ini aku sedang merindu, Ya Dia yang kini bersamaku . Lelaki yang Tuhan kirimkan untuk mengganti posisi kamu . 

Lelaki yang aku temukan di kala aku ikhlas melepasmu , dari ketidak mampuanku menjadi mampu .
Lelaki yang aku temukan dalam Istikharahku .
Lelaki itu tak akan ku paksa untuk menjadi kamu.

Karena hanya kamu sang pemilik "senja" itu .. :)