web stats

Rabu, 01 Februari 2017

Sederhana Itu “Cinta”






Seorang gadis yang sudah cukup umur untuk menikah sedang melamun di balik jendela kamarnya yang tepat menembus senja yang hangat sore itu .
Dia sedang membayangkan dirinya memakai sebuah baju pernikahan adat sunda yang mewah, bersanding dengan seorang laki-laki yang menikahinya dengan cinta . Dia akan menjadi seorang wanita yang sukses dalam karier dan rumah tangga nya seperti Syaidina Khadijah Ra .
Dia juga telah membayangkan ...
Jauh sebelum pernikahan tiba , sang gadis telah membayangkan ketika nanti dia sudah menjadi seorang istri . Dia akan selalu merawat sang suami juga menjadikan anak-anak nya sholeh dan sholehan .
Juga sebelum hari pernikahan tiba, sang gadis telah membayangkan akan memiliki sebuah mobil keluarga yang tak harus mahal, tapi cukup untuk membawa dia dan keluarganya ketika bepergian termasuk ketika menjenguk orangtuanya di kampung . Dan dia akan belajar atau kursus mengemudi agar dia bisa menghandle mobil ketika suaminya tidak ada .
Juga sebelum hari pernikahan dia telah menyiapkan konsep design untuk rumah mungil nya yang akan di design “shabby chic” , dengan furniture serba pastel . Sebuah rumah yang hangat , peneduh untuk keluarga kecilnya . Sebagai pemanis dia akan membuat taman dan kolam ikan agar semakin teduh.
Juga sebelum hari pernikahan dia dan calon suaminya telah saling komitmen agar tidak melarang satu sama lain untuk tetap menekuni hobby masing-masing,berkumpul dengan teman-teman agar satu sama lain tercipta ruang untuk saling merindukan .
Juga sebelum hari pernikahan dia dan calon suami akan memanjakan hidup dengan sering jalan-jalan ke mall , atau membeli barang-barang branded.

Oke ,stop kalian terbawa dalam cerita di atas karena cerita di atas adalah sebuah andai-andai impian setiap wanita single dan ingin menikah . Percayalah , jikaapa yang kita inginkan tidak akan selalu terkabul . Untuk itu tahan ambisi untuk bisa memiliki semuanya . Stop memiliki indikator terlalu berlebih untuk syarat kalian memilih suami . Bagaimana jika calon suami kalian yang hari ini sukses namun setelah menikah dengan kita ternyata usahanya bangkrut . Siapkah kita yang tadinya memiliki segalanya , harta yang banyak. Gaya hidup yang sosialita, harus kehilangan itu ?
Mengapa tidak dimulai dengan cara-cara yang sederhana ? Percayalah lelaki yang kaya pun akan tertarik kepada wanita yang sederhana . Yang sewajarnya , yang tak pencitraan . Namun dia cerdas, bersahaja, ramah dan tidak suka pamer kekayaan . Dengan gaya hidup yang biasa, tapi tetap di hormati dan di hargai orang lain .
Wanita sederhana yang tidak terlalu ambisi pergi ke tempat-tempat hiburan seperti mall , wanita sederhana yang tidak harus makan di restoran tiap bulan nya dan memilih memasak setiap hari untuk keluarganya . Wanita sederhana yang tidak suka foya-foya dengan teman-temannya dan memilih menyibukan diri dengan mengajari anak-anak nya di rumah agar anak-anaknya cerdas , dan berakhlak mulia . Atau di gunakan untuk bersedekah .
Dewasa ini hidup sederhana sering disandingkan dengan miskin. Hidup sederhana bukan berarti tidak memiliki apa-apa, atau tak ingin membeli apa-apa . Tidak .
Cuma yang di maksud adalah gaya hidup yang sedernaha .
Malah dengan hidup sederhana keinginan untuk  mempunyai kendaraan yang bagus ataupun rumah yang bagus akan cepat terealisasi. Hasil kerja akan terasa barokah . Dan Insyaalloh akan terlepas dari hutang.
So, masihkah kita mencari laki-laki atau perempuan yang neko-neko ? Jika yang sederhana saja sudah jauh membahagiakan .
Manakah yang akan kamu pilih sobat ?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar